The Eight Parts Of Speech
Delapan Bagian Dari Tata Bahasa
Part of Speech merupakan bagian kata yang dibagi berdasarkan fungsinya di dalam sebuah kalimat.
Part Of speech menunjukkan fungsi suatu kata dalam sebuah kalimat. Semua kalimat, baik tulisan maupun, tidak akan pernah lepas dari susunan kata-kata, yang tentu saja terdiri atas Part Of speech.
Part of Speech adalah komponen penting yang harus dipelajari bagi siapa saja yang ingin belajar bahasa Inggris. Part of Speech terdiri dari 8 bagian dan masing-masing bagian akan dijelaskan secara terperinci secara terpisah. Pada topik ini kami hanya akan membahasnya secara umum.
1. Noun (Kata Benda)
Nouns (Kata Benda) adalah segala sesuatu yang kita lihat atau dapat kita bicarakan dan yang menunjukkan orang, benda, tempat, tumbuhan, hewan, gagasan dan sebagainya. Yang saya beri garis bawah adalah kata benda. Semua objek yang bisa kita lihat, rasakan, cium, atau sentuh adalah termasuk kata benda. Bahkan sesuatu hal yang kita pikirkan tetapi tidak bisa kita rasakan juga termasuk kata benda. Noun Nomina atau kata benda (misalnya: pen, dog, work, music, town, London, teacher, John). Nouns terbagi atas:
a. Concrete Nouns (Kata Benda yang Berwujud).
Kata Benda yang bisa dilihat dan diraba. Contoh: Edo (Nama Orang); man (orang laki-laki); Jakarta (Nama Tempat); Gold (Nama Benda); etc. (etc. singkatan dari et cetera yang artinya dan sebagainya)
b. Abstract Nouns (Kata Benda yang tak Berwujud).
Kata Benda yang tak berwujud, tidak bisa dilihat atau diraba, tetapi bisa dibayangkan. Contoh: wisdom (kebijaksanaan); Friendship (Persahabatan); faith (Kepercayaan) etc.
2. Pronoun (Kata Ganti)
Pronoun (kata ganti) adalah suatu kata yang digunakan untuk menggantikan kata benda agar tidak terjadi penyebutan nama benda berulang-ulang dalam satu kalimat. Pronoun adalah kata yang digunakan sebagai kata ganti suatu benda (noun)
a.Personal Pronoun
Personal pronouns adalah kata ganti untuk orang, binatang, tempat, atau sesuatu benda. Dalam kalimat, personal pronouns dapat digunakan sebagai subjek (the subject of a verb) maupun objek (the object of a verb).
Subject Pronouns
Personal pronouns yang digunakan sebagai subjek kata kerja adalah I, you, he, she, it, we, dan they. Perhatikan contoh kalimat berikut ini:
- Lisa likes cats. She has four cats.
Pada kalimat pertama, Lisa (proper noun) adalah subjek kalimat atau subjek kata kerjalikes. Sedangkan pada kalimat kedua, she adalah subjek kalimat dan sebagai kata ganti untuk Lisa.
Beberapa contoh personal pronouns sebagai subjek:
- My name is Michael. I am fourteen.
- My father works hard. He works in a factory.
- My sister is older than me. She is twelve.
- Our dog is very naughty. It likes to chase cats.
- Bob, you are a bad boy!
- David and I are playing football. We like sports.
- Jim and Jeff are my brothers. They are older than I am.
Object Pronouns
Personal pronouns yang digunakan sebagai objek kata kerja adalah me, you, him, her, it, us dan them. Perhatikan contoh kalimat berikut ini:
- Lisa likes cats. She likes to stroke them.
Pada kalimat pertama, cats adalah objek kalimat atau objek kata kerja likes. Sedangkan pada kalimat kedua, them adalah objek kalimat dan sebagai kata ganti untuk cats.
Beberapa contoh personal pronouns sebagai objek:
- I’m doing my homework. Dad is helping me.
- Goodbye, children! I’ll call you later.
- Where is John? I need to speak to him.
- Miss Garcia is very nice. All the children like her.
- The car is very dirty. Mom is cleaning it.
- Uncle Harry called Mary to ask her a question.
- My chocolates are all gone. Someone has eaten them.
b. Possessive Pronoun
1. Possessive adjective (kata sifat milik)
Berikut kata sifat milik dengan contoh kalimat. Perhatikan bahwa kata sifat milik ditempatkan sebelum kata benda.
This is my book
Your car looks great.
Her watch is expensive.
His house is on Chamber Street.
Our dog is cute.
Your friends are nice.
This is their ball.
The cat likes its food.
2. Possessive pronoun (kata ganti milik)
Berikut kata ganti milik dengan beberapa contoh kalimat. Perhatikan bahwa kata ganti milik tidak pernah ditempatkan sebelum kata benda.
This book is mine.
That car is yours.
The expensive watch is hers.
The house on Chamber Street ishis.
The cute dog is ours.
Those friends are yours.
This ball is theirs.
c. Reflexive Pronoun
Reflexive pronouns adalah kata ganti yang digunakan untuk menunjukkan tindakan atau kegiatan yang dilakukan oleh diri subjek sendiri (subject of the verb). Kata ganti yang dipakai adalah personal pronouns (my, your, him, her, it, our, them) ditambah denganself untuk kata benda tunggal (singular) atau selves untuk kata benda jamak (plural).
Kata ganti yang digunakan sebagai reflexive pronoun adalah: myself, yourself, yourselves, themselves, himself, herself, dan itself.
Contoh:
- He encouraged himself to do his homework immediately.
- I enjoyed myself by traveling around the world.
- Mark made himself a sandwich.
- The children watched themselves on video.
Reflexive pronouns juga dapat digunakan setelah preposisi, contoh:
- The children are old enough to look after themselves.
- I looked at myself in the mirror.
Example: I, you, they, we, he, she, it.
Personal Pronoun | Possessive Pronoun | Reflexive Pronoun | ||
Subject | Object | Possessive Adjective | Possessive Pronoun | |
I You We They He She It | Me You Us Them Him Her It | My Your Our Their His Her Its | Mine Yours Ours Theirs His Hers Its | myself yourself ourself themself himself herself itself |
3. Adjective (Kata Sifat)
Adjective adalah kata yang mendeksripsikan noun atau kata benda dan pronoun.
Dalam bahasa indonesia susunan kata sifat biasanya : kata benda dulu + kata sifat, kata sifat (adjectives) adalah kata yang digunakan untuk memberi sifat pada benda, atau kata yang memberi kekuatan dan untuk membatasi dalam pemakaian kata benda (noun). kata sifat juga digunakan untuk memperjelas atau mempersempit kata benda dan kata ganti.
penulisan adjectives biasanya :
- Di depan noun
- Setelah to be (am, is, are, was dll)
- Setelah obyek
Adjective atau kata sifat digunakan untuk menggambarkan berbagai hal mulai dari ukuran fisik, umur, bentuk, warna, bahan pembentuk menjadi sebuah hal yang abstrak seperti pendapat, asal dan tujuan. Kita dapat menggunakan bentuk Adjectives untuk memberikan gambaran mengenai suatu hal.
Bentuk Adjective yang mengekspresikan pendapat selalu muncul sebelum yang lainnya, tapi itu sering kali tergantung pada hal apa yang ingin ditunjukkan.
Macam-macam kata sifat:
Adjective yangmenerangkan noun.
Contoh:
· good book (buku bagus)
· handsome boy (anak laki-laki tampan)
· beautiful girl (gadis cantik)
Adjective yang menerangkan pronoun
Contoh:
· She is very beautiful (Dia yang sangat cantik)
· They are very clever (Mereka sangat pandai)
· You are diligent (Kamu rajin)
Jenis Adjective:
a. Proper Adjectives (Kata sifat nama diri)
b. Descriptive Adjectives (Kata Sifat Deskriptif)
c. Quantitative Adjectives (Kata Sifat Kuantitatif)
d. Numeral Adjectives (Kata Sifat Numeral)
e. Demonstrative Adjectives (Kata Sifat Penunjuk)
f. Distibutive Adjectives (Kata Sifat Distributif)
4. Verb (Kata Kerja)
Kata kerja (verb) sering didefinisikan sebagai kata yang menunjukkan tindakan yang dilakukan subyek atau keadaan sekarang. Kata kerja adalah jantung dari kalimat – setiap kalimat harus memiliki kata kerja. Mengenali kata kerja sering merupakan langkah yang paling penting dalam memahami arti dari suatu kalimat. Kata kerja berubah-ubah bentuknya.
a. Transitive Verb (Kata Kerja Transitif)
Transitive verbs adalah kata kerja atau verba yang membutuhkan objek (noun atau pronoun) dalam suatu kalimat. Verba ini menerangkan subjek yang melakukan sesuatu aktivitas terhadap objeknya secara langsung (direct object).
Contoh penggunaan transitive verbs:
- He bought a shirt.
- She brushes her hair every hour.
- Marina will lose the race.
- They watch the film.
- He is reading a magazine.
b. Intransititive Verb (Kata Kerja Intransitif)
Intransitive verbs adalah kata kerja atau verba yang tidak memerlukan objek langsung (no direct object). Dalam suatu kalimat, intransitive verbs bisa menjadi akhir kalimat tersebut. Jika tidak, adverbia atau frase preposisi akan menjadi akhir kalimat yang berfungsi menerangkan intransitive verbs.
Contoh penggunaan intransitive verbs:
- Tom fell.
- They ran down the road.
- She sits alone.
- They will sleep in my hotel.
- We are walking in the garden.
c. Auxiliary Verb (Kata Kerja Bantu)
Auxiliary verbs adalah kata kerja bantu yang secara gramatikal berfungsi membentuk atau memberi tambahan arti pada kalimat. Umumnya auxiliary verbs digunakan bersama-sama dengan kata kerja utama (main verbs) dan membantunya membentuk struktur gramatikal sebuah kalimat.
Ada tiga auxiliary verbs: to be, to do, dan to have. Be, do, dan have tidak mempunyai makna jika berdiri sendiri sebagai auxiliary verbs, meskipun begitu dalam bahasa Indonesia umumnya diartikan sebagai “sedang”, “telah”, “apakah”, atau “sungguh-sungguh”.
To Be
Auxiliary verbs yang biasa digunakan adalah be, am, is, are, was, were, being, been. Sebagai auxiliary verbs, to be biasa digunakan bersama past participle untuk membuat kalimat passive dan bersama present participle untuk membuat kalimat continuous.
Contoh:
- He is watching TV.
- We are teaching you about helping verbs.
- Small fish are eaten by big fish.
- He was killed in the war.
- The agencies were completing the inventories.
- I will be seeing him soon.
- He had only been trying to help.
- The house is being painted.
To Do
Auxiliary verbs yang digunakan adalah do, does, did. Sebagai auxiliary verbs, to do biasa digunakan bersama-sama kata kerja utama (main verbs) membentuk kalimat pertanyaan atau kalimat negatif. Dan juga dipakai untuk memberikan tekanan atau menghindari pengulangan kata kerja utama. Auxiliary verbs ini dikenal juga dengan istilah dummy operator atau dummy auxiliary.
Contoh:
- Do you like bananas?
- I don't feel like going out tonight.
- Where do you live?
- Don't forget to write.
- It doesn't matter if you win or lose.
- I didn't know what to do.
- What did you do with that notebook?
- He speaks faster than she does.
- I do understand.
To Have
Auxiliary verbs yang digunakan adalah have, has, had. Sebagai auxiliary verbs, to have digunakan bersama main verbs untuk membuat kalimat perfect.
Contoh:
- I have completed my work.
- She has acted in a film.
- They had forgotten to send the letter.
- Our guests have arrived.
- Has anyone phoned?
- I hadn’t seen him for fifteen years.
- Someone should have predicted these complications.
Catatan:
Be, do, dan have juga berfungsi sebagai main verbs atau principal verbs. Perhatikan contoh berikut dibawah ini.
- She is a good singer. (Principal verb)
- She is singing. (Auxiliary verb)
Auxiliary verbs juga biasa disebut dengan istilah helping verbs.
5. Adverb (Kata Keterangan/Tambahan)
Adverb sebagai salah satu bagian perkataan yang diucapkan (Parts of Speech) dalam tata Bahasa Inggris (grammar) adalah merupakan salah satu dari banyak hal yang harus diketahui dalam mempelajari Bahasa Inggris. Adverbmerupakan kata yang menjelaskan kata kerja, kata sifat dan kata lainnya kecuali kata benda (noun) dan kata ganti (pronoun). Ada bermacam-macam bentuk adverb yangdikategorikan berdasarkan fungsi atau penggunaannya.
Adverb juga didefinisikan sebagai kata yang menjelaskan kata kerja (verb), kata sifat (adjective), kata depan (preposition) dan kata lainnya kecuali kata benda (noun) dan kata ganti (pronoun).
Contoh :
a. I am working now.
(kata now dalam kalimat tersebut adalah keterangan waktu yang menerangkan kata kerja working).
b. Hendi speaks loudly.
(kata loudly dalam kalimat tersebut menerangkan bagaimana cara Hendi berbicara).
c. Wenny never comes before dinner.
(kata never dalam kalimat tersebut merupakan keterangan petunjuk frequensi/keseringan).
Macam Adverb (Types of Adverb).
a. Adverb of Time.
Merupakan kata keterangan yang menyatakan waktu terjadinya suatu pekerjaan, tindakan atau peristiwa tersebut. Contoh : afterwards (kemudian, sesuadah itu, lalu), already (sudah), before (lebih dahulu, sebelum), frequently(seringkali), now (sekarang), today (hari ini), soon (segera), immediately(segera), lately (akhir-akhir ini), yesterday (kemarin), dsb.
Contoh aplikasi dalam kalimat :
I’am stydying english now. (Saya sedang belajar bahasa Inggris sekarang).
Untuk membantu menunjukkan Adverb of Time, kita bisa mengajukan pertanyaan dengan kata “when” (kapan).
b. Adverb of Place.
Merupakan kata keterangan yang menunjukkan tempat terjadinya suatu perbuatan, tindakan atau peristiwa tersebut. Contoh : above (di atas), back (di belakang), below (di bawah), around (sekeliling), here (di sini), somewhere (di suatu tempat), everywhere (dimana-mana), there (di sana), dsb.
Contoh aplikasi dalam kalimat :
She studies English here. (Ia belajar bahasa Inggris di sini).
Untuk membantu menunjukkan Adverb of Place, kita bisa mengajukan pertanyaan dengan kata “where” (di mana).
c. Adverb of Manner.
Merupakan kata keterangan yang mengungkapkan bagaimana caranya suatu pekerjaan itu dilakukan atau suatu peristiwa itu terjadi. Contoh :carefully (dengan hati-hati), fluently (dengan lancar), hard (dengan keras), fast(dengan cepat), slowly (dengan lambat, secara perlahan-lahan), suddenly (tiba-tiba), together (bersama-sama), dsb.
Contoh aplikasi dalam kalimat :
They worked hard. (Mereka bekerja dengan keras).
Untuk membantu menunjukkan Adverb of Manner, kita bisa mengajukan pertanyaan dengan kata “how” (bagaimana).
d. Adverb of Degree.
Merupakan kata keterangan yang mengungkapkan sampai seberapa jauh (tingkat atau derajad) suatu keadaan atau peristiwa itu. Lazimnya menerangkan/memodifikasi adjective/kata sifat atau adverb itu sendiri. Contoh : almost (hampir), enough (cukup), fairly (agak/digunakan untuk pernyataan positif), rather (agak/digunakan untuk pernyataan negatif), nearly (hampir),very (sangat), too (terlalu), only (hanya), quite (sungguh), dsb.
Contoh aplikasi dalam kalimat :
1) She is very pretty girl. (Ia seorang gadis yang sangat manis).
Adverb very menerangkan Adjective pretty.
2) I quite understand. (Saya sangat mengerti).
e. Adverb of Frequency.
Merupakan kata keterangan yang menyatakan jumlah atau berapa banyaknya suatu pekerjaan, tindakan atau peristiwa itu dilakukan.
1) adverb of quantity.
Biasanya untuk menentukan adverb of quantity kita mengajukan pertanyaan dengan kata “how often”.
Contoh : always (selalu), usually (biasanya), never (tidak pernah), ever(pernah), sometimes (kadang-kadang), seldom (jarang), generally(umumnya), dsb.
Contoh aplikasi dalam kalimat :
Andi always drinks milk every night. (Andi selalu minum susu setiap malam).
2) adverb of number.
Biasanya untuk menentukan adverb of number kita mengajukan pertanyaan dengan kata “how many times” (berapa kali).
Contoh : once (sekali), twice (dua kali), thrice (tiga kali), half (setengah),twofold (dua kali lipat), dsb.
Contoh aplikasi dalam kalimat :
He eats twice every day. (Ia makan dua kali tiap hari).
f. Adverb of Affirmation.
Merupakan kata keterangan yang menyatakan penegasan, penekanan atau mengiyakan jawaban. Contoh : certainly (tentulah), naturally (tentu saja),surely (pastilah), of course (tentulah), absolutely (secara mutlak), dsb.
Contoh aplikasi dalam kalimat :
Of course she can speak English. (Tentu ia dapat bicara bahasa Inggris).
Istilah lain untuk adverb of affirmation ialah adverb of certainty.
g. Interrogative Adverb.
Merupakan kata keterangan yang turut membentuk pertanyaan. Masing-masing adverb jenis ini berhubungan dengan adverb lainnya.
Contoh :
1) How did he go?
How merupakan interrogative adverb of manner.
2) Where did he go?
Where merupakan interrogative adverb of place.
h. Relative Adverb.
Merupakan kata keterangan yang berfungsi sebagai penghubung dua klausa dalam sebuah kalimat. Kata-katanya sama dengan interrogative adverb, perbedaanya hanya pada letak posisinya, yakni relative adverb biasanya ditempatkan di tengah kalimat (diantara dua klausa), sedangkan interrogative adverb di awal kalimat.
Contoh :
1) I asked him how he went.
How adalah relative adverb of manner.
2) I asked him where he went.
Where adalah relative adverb of place.
6. Preposition (Kata Depan)
Preposition (kata depan) adalah
kata yg ditempatkan sebelum kata benda atau kata ganti untuk menunjukkan hubungan dengan bagian-bagian kalimat yg lain. Atau dapat dikatakan sebagai kata yg menghubungkan kata benda (noun) atau kata ganti (pronoun) dengan kata - kata lain dalam sebuah kalimat. Pada umumnya preposition diletakkan sebelum kata benda (noun) atau kata ganti (pronoun). Sedangkan kata benda atau kata ganti yg mengikuti preposition harus berkedudukan sebagai objek.
Prepositions adalah kata-kata pendek yang biasanya berada sebelum kata benda (noun) dan beberapa prepositions diikuti oleh Gerund Verb.
Pada prakteknya para siswa mengalami kesulitan menterjemahkannya karena satu kata memiliki banyak arti, atau kebingungan memilih kata yang tepat untuk menunjukan tempat atau waktu tertentu (in, on, ataw at)
Preposition (adalah “kata depan”, dalam Bahasa Indonesia) bukan sebagai kata penghubung dalam kalimat. Preposition biasanya bergabung dengan kata lain (verbs [kata kerja], nouns [kata benda], atau adjectives [kata sifat].
Berikut kata-kata yang tergolong prepositions (kata depan):
At (pada)
She shows remarkable ability at mathematics. (Ia menunjukkan kemampuan luar biasa pada/ di bidang matematika)
I’m not very clever at cooking (saya tdk begitu pandai [dalam] memasak)
At the cinema (di bioskop)
I saw him at noon. (saya bertemu dengan dia pada siang itu)
Of (dari, terhadap, karena, …)
Sari is afraid of cockroach. (sari takut terhadap kecoa)
two of five students (dua dari lima siswa)
Far more smokers than non-smokers die of lung-cancer. (Jauh lebih banyak perokok dari ada yang bukan perokok yang mati karena kanker paru)
Both of the children have been to Greece. (Kedua anak itu telah ke Yunani)
On (pada, di [atas], atas, tentang)
On Monday morning (pada hari Senin pagi)
She lives on Boulevard Street. (Ia tinggal di Jln. Boulevard).
Put the dish on the shelf. (Taruh piring itu di atas rak)
We may go sailing – it depends on the weather (kami mungkin berlayar, bergantung pada cuacanya)
We say congratulation on your success (kami mengucapkan selamat atas keberhasilanmu)
They are on the bus (mereka ada di bus)
Seminar on Better life (seminar tentang hidup yang lebih baik)
In (di [dalam])
I saw hin in September. (Saya bertemunya di [bulan] September)
She lives in Sindang (Dia tinggal di Sindang)
With (dengan, terhadap)
Mr Joe was really angry with me (Pak Joe benar-benar marah terhadap saya)
He goes to Surya with his girlfriend (Dia pergi ke Surya dengan pacarnya)
I believe with Allah, the Supreme God (Saya perbaya kepada Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa)
Within (dalam)
He will come within some minutes. (Dia akan datang dalam [waktu] beberapa menit [lagi]).
By (dengan, oleh, sebelum/menjelang, melewati)
She saved money by giving up cigarette (Ia menghemat uang dengan berhenti merokok)
The little boy was saved by a wolf (anak kecil itu diselamatkan oleh seekor serigala)
I can see you by Monday. (Saya bisa bertemu kamu sebelum hari Senin)
He walked by his old school without stopping. (Ia berjalan melewati sekolahnya tanpa berhenti)
About (tentang)
We agree about most things (kami setuju tentang berbagai hal)
What are you so angry about? (Kamu marah tentang apa?
For (untuk, atas, karena, selama)
This parcel is for you (parsel ini untukmu)
I must apologize for disturbing you (saya mesti minta maaf karena telah mengganggumu)
O, God. Please forgive me for my sins (Ya Tuhan, ampuni saya atas dosa-dosaku)
We have studied in SMP 1 Sindang for three years (kami telah belajar di SMP 1 Sindang selama 3 tahun)
After (setelah, mengikuti [nama])
He comes into the hall after Yulia (Ia memasuki bangsal setelah Yulia)
We called him Thomas, after his grandfather (kami memanggil ia Thomas, mengikuti nama kakeknya)
Before (sebelum)
I will see you before Wednesday. (Saya akan menemuimu sebelum hari Rabu)
From (dari, dengan, karena)
He comes from Medan (Dia datang dari Medan)
You’re very different from your brother (Kamu sangat berbeda dengan saudaramu)
He suffers from itching (Ia menderita [karena] gatal-gatal)
Into (menjadi, ..)
Put the jumbled words into a good sentence (Letakkan kata-kata acak itu menjadi sebuah kalimat yang baik)
To (kepada, terhadap )
Peggy was pretty rude to my family last weekend (Peggy sangat kasar kepada/terhadap keluargaku akhir pekan lalu)
Try to be polite to Uncle Nono for once (Cobalah berlaku sopan kepada Oom Nono suatu saat)
Up ([ke] atas)
Stand up, please! (berdiri!)
to climb up the mountain (mendaki [ke atas] gunung)
Down ([ke] bawah )
My car started rolling down the hill (mobilku mulai berguling ke bawah bukit)
Off (mati, padam, jauh)
We’ll have to put the party off (Kami akan harus menghentikan/mengakhiri pesta)
Put off the candle! (padamkan lilin itu!)
Away (jauh)
He throws the cigarette butt away (ia melempar puntung rokok jauh)
Go away (pergi jauh)
During (selama)
I can see you during the week. (Saya bisa bertemu kamu selama sepekan)
Above (di atas [lebih tinggi dari])
He lives on the floor above us. (Ia tinggal di lantai [atas] di atas kami)
Below ( di bawah [ lebih rendah dari])
He lives on the floor below us. (Ia tinggal di dilantai [bawah] di bawah kami)
Near (dekat, sinonim dg “by”)
He lives near the university. (Ia tinggal dekat universitas)
Beside (di samping [pada satu sisi orang/benda yang memiliki dua sisi])
He sat beside his wife during the party. (Ia duduk di samping isterinya selama pesta)
Between (di antara [dua])
He sat between his two sons. (Ia duduk di antara dua anaknya)
Among ( di antara [lebih dari dua])
He sat among his friends (Ia duduk di antara teman-temannya)
Opposite (berhadapan langsung dengan )
The museum is just opposite the post office. (Musium tepat berhadapan langsung dengan kantor pos)
Around (di sekitar)
The ship sailed around the island (Perahu itu berlayar di sekitar pulau)
Toward(s) (ke[arah])
Pilgrims headed toward(s) Mecca. (Para jamaah haji bergerak ke (arah) Mekah.
Away from (jauh dari)
They moved away from their old neighborhood. (Mereka pindah jauh dari tetangganya yang lama)
Through (melalui)
You can drive through that town in an hour. (kamu bisa mengendarai [mobil] melalui kota itu dalam sejam)
Preposition adalah bagian particle yang diikuti oleh objek. Dalam penggunaannya, preposition membentuk frase terhadap kata yang mendahuluinya maupun kata yang mengikutinya. Penggunaan preposition dipengaruhi kata kerja atau kata sifat yang mendahuluinya.
Prinsip penggunaan preposition dapat dibedakan menjadi tiga jenis:
1. Berdasarkan kata kerja / kata sifat yang mendahuluinya
Contoh: object to, wait for, live in, look at, turn off, etc.
2. Berdasarkan objek yang mengikutinya
Contoh: made in + keterangan tempat, agree with personal noun / personal pronoun, etc.
3. Berdasarkan arti
Contoh: switch on = menyalakan, go out, etc.
7. Conjunction (Kata Sambung)
Conjunction atau kata penghubung adalah kata-kata yang menggabungkan dua hal atau lebih yakni kata penghubung ini menghubungkan kalimat-kalimat dan bagian-bagian dari sebuah kalimat. Unit ini akan membahas tentang lima kata penghubung yaitu: and, but, or, so dan because.
Conjunction (kata sambung) adalah kata untuk menghubungkan kata-kata, ungkapan-ungkapan, atau kalimat-kalimat dan sebagainya, dan tidak untuk tujuan atau maksud lain.
Konjungsi tidak dihubungkan dengan objek, konjungsi tidak menerangkan kata, konjungsi hanya menghubungkan kata-kata atau kalimat-kalimat dan sebagainya. Oleh karena itu kata yang sama dapat merupakan preposisi dalam bagian yang satu, adverb dalam bagian yang lain, atau konjungsi dalam bagian yang lain pula.
Conjunction ialah kata sambung yang dipakai untuk menghubungkan/menggabungkan kata-kata,frase atau klausa dalam sebuah kalimat. Dan kebanyakan dari conjunction ini berasal dari parts of speech yang lain,khususnya dari preposition.
Konjungsi dibagi:
Coordinating Conjunction
Coordinating conjunctions adalah konjungsi yang digunakan untuk menghubungkan kata, frase, atau klausa (independent clause) yang mempunyai kedudukan setara atau struktur gramatikal yang sama dalam kalimat. Ada tujuh konjungsi yang digunakan: for, and, nor, but, or, yet, so (biasa disingkat FANBOYS untuk memudahkan dalam mengingat).
Perhatikan contoh penggunaan coordinating conjunctions yang menghubungkan kata dengan kata, frase dengan frase, dan klausa dengan klausa (yang diberi huruf tebal adalah konjungsi, sedangkan yang bergaris bawah adalah kata, frase, atau klausa).
a. Kata dengan kata (subjek, predikat/verba, objek)
- You and I will come together.
- It can be black, white or grey.
- Most children like cookies and milk.
- Lilacs and violets are usually purple.
b. Frase dengan frase
- The gold is hidden at the beach or by the lakeside.
- Daniel's uncle claimed that he spent most of his youth dancing on rooftops and swallowing goldfish.
- Manufacturers must be free to develop their ideas and to package their products.
- He reappeared a few minutes later looking embarrassed yet appearing otherwise unruffled.
c. Klausa dengan klausa
- I wanted to sit in the front of the balcony, so I ordered my tickets early.
- It’s an old car, but it’s very reliable.
- It was raining, so I took my umbrella.
- The sun is warm, yet the air is cool.
- I don’t care for the beach, but I enjoy a good vacation in the mountains.
Hal penting yang perlu diingat ketika menggunakan coordinating conjunctions:
1. Sebaiknya gunakan konjungsi di tengah kalimat. Konjungsi yang terletak di awal kalimat secara gramatikal memang tidak disarankan. Meskipun begitu, untuk menarik perhatian atau menegaskan tambahan informasi lain yang berkaitan dengan kalimat sebelumnya, struktur kalimat dengan konjungsi di awal kalimat sekarang ini sudah umum dipakai.
2. Gunakan tanda koma. Jika menggunakan klausa gunakan tanda koma sebelum konjungsi. Tetapi, jika klausa itu pendek, misalnya pada kalimat She is kind so she helps people, maka koma bisa tidak dipakai. Pada kata/frase, sebaiknya gunakan tanda koma pada akhir kata/frase atau sebelum konjungsi yang terdapat dua atau lebih kata/frase, seperti contoh di atas: It can be black, white or grey.
3. Jika memakai klausa gunakan independent clause. Setiap klausa yang dihubungkan dengan konjungsi harus dapat berdiri sendiri sebagai kalimat jika konjungsi dihilangkan.
Kalimat yang di dalamnya memakai coordinating conjunctions disebut juga compound sentences.
Subordinating Conjunction
Subordinating conjunctions (disebut juga dependent words atau subordinator) adalah konjungsi yang digunakan untuk menghubungkan dependent clauses (anak kalimat) dengan independent clauses (induk kalimat).
Konjungsi yang biasa digunakan adalah after, although, as, as if, as long as, as soon as, as though, because, before, even if, even though, how, if, if only, in order that, once, provided (that), rather than, since, so that, than, that, though, till, unless, until, whether, when, whenever, where, whereas, wherever, while.
Hubungan dependent clause dengan main clause (independent clause) sangat membantu dalam mengungkapkan ide atau gagasan dan relasinya dalam kalimat dan juga untuk menunjukkan tingkat kepentingan antara ide/gagasan yang satu dengan yang lain.
Contoh:
- We didn’t enjoy the day because the weather was so awful.
- Because it was raining, I took my umbrella.
- I’ll start to think about it when I have to write my report.
- I was so tired that I feel asleep.
- Do it before you forget.
- Let us wait until the rain stops.
- After she had learned to drive, Alice felt more independent.
- If the paperwork arrives on time, your cheque will be mailed on Tuesday.
Subordinating conjunction diletakkan di depan dependent clause. Dan bersama dengan subordinating conjunction, dependent clause dapat diletakkan sebelum main clause (diikuti dengan koma) atau setelah main clause (kadang-kadang menggunakan koma di depannya).
- Although it was hot, he was wearing a coat.
- He was wearing a coat although it was hot.
Beberapa konjungsi menunjukkan makna waktu (time), pilihan (choice), sebab dan alasan (cause and reason), akibat dan hasil (effect and result), pertentangan atau perbedaan (opposition or contrast), tempat (location), dan kondisi (condition):
a. Time: after, before, once, when, whenever, while, since, until
b. Choice: whether, rather than
c. Cause and reason: as, because, since
d. Effect and result: so, so that, in order that, that
e. Opposition or contrast: although, though, even though, whereas, while
f. Location: wherever, where
g. Condition: if, unless, only if, even if, provided (that)
8. Interjection (Kata Seru)
Interjection (Kata Seru) adalah suatu bunyi seru yang ditambahkan ke dalam kalimat untuk menunjukkan perasaan atau emosi yang kuat seperti kegembiraan, kesedihan, keterkejutan, persetujuan, keheranan, dsb.
Contoh:
· Hey! Get off that floor!
· Oh, that is a surprise.
· Good! Now we can move on.
· Jeepers, that was close.adaa
Ekspresi pengantar seperti “yes”, “no”, “indeed” dan “well” dalam Bahasa Inggris juga disebut Interjection.
Contoh:
· Indeed, this is not the first time the stand has collapsed.
· Yes, I do intend to honour the bet.
Ada juga bunyi atau suara yang juga dianggap Interjection
Contoh:
· Phew! I am not trying that again.
· Humph! I knew that last week.
· Mmmm, my compliments to the chef.
CATATAN
Tanda Baca
Interjection dapat diikuti oleh koma atau tanda seru. Koma digunakan untuk menunjukkan seruan yang ringan atau lembut, sedangkan tanda seru digunakan untuk menyatakan seruan yang lebih kuat seperti terkejut, emosi, marah, atau perasaan yang lebih mendalam lainnya.
Interjections atau kata seru adalah kata yang dipakai sebagai ungkapan perasaan seperti senang, sedih, marah, kagum, terharu, dan lain sebagainya.
Semua ahli bahasa sepakat bahwa kata seru ini merupakan kata yang paling tua dalam kehidupan berbahasa, karena kata seru ini merupakan ungkapan yang paling sederhana.
Ada yang menganggap bahwa kata seru ini bukan bagian dari Part of speech, namun ada juga yang memasukkan kata seru ini ke dalam bagian dari part of speech.
beberapa contoh kata seru dalam bahasa inggris adalah:
· Hi! (Hai)
· Hello! (Halllo)
· Ha! (Ha)
· Aha! (Aha)
· Ah! (Ah)
· How Wonderful! (Betapa Cantiknya, Alangkah Indahnya)
· Oh Dear! Dear me! Oh Dear me! (Astaga)
· Hurray! (Hore)
· Good Lord! (Astaga)
· For Haven's Sake! (Ya Tuhan)
· Oh my God! (Ya Tuhan)
· Bravo! (Hebat)
· For Shame! (Sayang Sekali)
· How Beautiful! (Wah Cantiknya)
· What a good idea! (Ide Bagus)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar